Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Masyarakat Indonesia


Inklusi keuangan memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Menurut data dari Bank Dunia, pada tahun 2017, hanya sekitar 49% orang dewasa di Indonesia yang memiliki akses ke layanan keuangan formal. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan keuangan, sehingga inklusi keuangan menjadi hal yang sangat penting untuk ditingkatkan di Indonesia.

Menurut Profesor Hal Hill dari Australian National University, inklusi keuangan memiliki dampak yang sangat positif bagi perekonomian suatu negara. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC Indonesia, Profesor Hal Hill menyatakan bahwa inklusi keuangan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Selain itu, inklusi keuangan juga dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. Dengan memiliki akses ke layanan keuangan, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk menabung, meminjam uang dengan bunga yang lebih rendah, serta melakukan transaksi keuangan secara lebih aman dan efisien.

Menurut Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, inklusi keuangan juga dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan. Dalam sebuah konferensi pers, beliau menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program inklusi keuangan, seperti program Laku Pandai dan Laku Pandai Syariah, untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inklusi keuangan sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Melalui peningkatan inklusi keuangan, diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, peran semua pihak, baik pemerintah, lembaga keuangan, maupun masyarakat itu sendiri, sangatlah penting dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.