Keberlanjutan keuangan negara merupakan topik yang semakin relevan dalam konteks ekonomi global saat ini. Para ahli ekonomi menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan keuangan negara agar dapat menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks di masa depan.
Menurut Prof. Dr. Chatib Basri, mantan Menteri Keuangan Indonesia, keberlanjutan keuangan negara dapat dicapai dengan mengelola utang negara secara bijaksana. “Pemerintah harus mampu mengelola utang negara dengan baik agar tidak terjerumus ke dalam krisis keuangan yang berkepanjangan,” ujarnya.
Salah satu tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan keuangan negara adalah defisit anggaran yang terus meningkat. Menurut data dari Kementerian Keuangan Indonesia, defisit anggaran negara pada tahun ini diperkirakan mencapai 2,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menuntut pemerintah untuk mencari strategi yang tepat dalam mengelola keuangan negara.
Menurut Dr. Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan penerimaan negara melalui reformasi pajak. “Pemerintah perlu melakukan reformasi pajak untuk meningkatkan penerimaan negara dan mengurangi defisit anggaran,” ujarnya.
Selain itu, keberlanjutan keuangan negara juga berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Menurut Prof. Dr. Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, pemerintah perlu memperhatikan aspek lingkungan dalam merumuskan kebijakan keuangan negara. “Keberlanjutan keuangan negara harus diintegrasikan dengan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks globalisasi dan persaingan ekonomi yang semakin ketat, menjaga keberlanjutan keuangan negara menjadi semakin penting. Pemerintah perlu mendengarkan masukan para ahli ekonomi dan terus melakukan evaluasi serta perbaikan dalam mengelola keuangan negara. Dengan demikian, keberlanjutan keuangan negara dapat terjaga dengan baik untuk masa depan yang lebih baik.