Deflasi merupakan kondisi di mana harga-harga barang dan jasa di pasar secara umum mengalami penurunan. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Namun, tidak perlu khawatir karena ada strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi deflasi di Indonesia.
Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan permintaan agregat. Hal ini dapat dilakukan melalui kebijakan moneter yang longgar, seperti menurunkan tingkat suku bunga atau meningkatkan jumlah uang yang beredar. Menurut ekonom senior Indef, Enny Sri Hartati, “Kebijakan moneter yang longgar dapat membantu meningkatkan konsumsi masyarakat dan investasi, sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian yang sedang lesu akibat deflasi.”
Selain itu, pemerintah juga dapat melakukan stimulus fiskal, yaitu dengan meningkatkan belanja pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto, “Stimulus fiskal yang tepat dapat membantu mengatasi deflasi dengan meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor ekonomi yang terdampak deflasi.”
Selain itu, perlu juga dilakukan reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Hal ini dapat dilakukan melalui perbaikan regulasi, infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, “Reformasi struktural yang komprehensif akan membantu memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dan mengurangi kerentanan terhadap tekanan deflasi.”
Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, diharapkan Indonesia dapat mengatasi deflasi dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai masyarakat, kita juga perlu mendukung upaya pemerintah dan lembaga terkait dalam menghadapi tantangan deflasi ini. Semoga Indonesia dapat segera keluar dari tekanan deflasi dan kembali ke jalur pertumbuhan yang positif.