Saat membicarakan tentang zakat, kita tidak bisa menghindari untuk membahas konsep dan implementasinya dalam agama Islam. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan umat Muslim.
Konsep zakat sendiri merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang membutuhkan. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 177, “Bersedekah kepada orang miskin, yang terpaksa mohon, dan kepada anak-anak yatim, dan orang-orang yang dijadikan pembebasan hamba sahaya.”
Menurut Ustaz Ahmad Daud, “Zakat merupakan wajib bagi setiap umat Islam yang memiliki harta yang mencapai nisab. Nisab sendiri adalah batas minimal harta yang harus dimiliki agar seseorang dikenakan kewajiban zakat.” Implementasi zakat dalam kehidupan sehari-hari juga penting untuk menegakkan keadilan sosial dalam masyarakat.
Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Zakat itu adalah harta yang diambil dari orang kaya dan diberikan kepada orang miskin.” Hal ini menunjukkan pentingnya zakat sebagai sarana redistribusi kekayaan untuk memperkecil kesenjangan sosial.
Implementasi zakat dalam praktiknya dapat dilakukan melalui lembaga-lembaga zakat yang ada di berbagai negara Islam. Seperti yang disampaikan oleh Dr. Bambang Sudibyo, “Lembaga zakat memiliki peran yang sangat penting dalam menghimpun dan mendistribusikan zakat kepada yang berhak menerima.”
Dengan mengenal konsep dan implementasi zakat dalam Islam, diharapkan umat Muslim dapat melaksanakan kewajiban agama mereka dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam al-Ghazali, “Zakat adalah salah satu tiang agama Islam yang tidak bisa diganggu gugat.” Semoga kita semua dapat terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya zakat dalam menjaga kesejahteraan umat manusia.